PERSONAL VAPORIZER


Personal Vaporizer dikenal dengan berbagai sebutan, mulai rokok elektrik, shisha elektrik, shisha pen, dll. Personal Vaporizer telah mengalami perkembangan yang sangat jauh dari rokok elektrik yang kita kenal pada awal mula booming di Indonesia, sekitar tahun 2008-2010. Inti dari Personal Vaporizer adalah alat dimana cairan e-liquid khusus dirubah menjadi uap yang dapat dihirup, menimbulkan efek seolah-olah kita sedang merokok. Kami akan menjelaskan tentang Personal Vaporizer dalam tulisan ini, apabila kalian malas membaca, come to our offline PV Store.danger of smokingPerbedaannya dengan rokok, jelas sangat banyak. Rokok dibakar, menghasilkan asap yang pasti mengandung karsinogen berbahaya seperti karbon monoksida. Belum lagi kadar Tar yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkan noda pada paru-paru. Didalam rokok juga mengandung 7.000 zat kimia, 200 diantaranya merupakan zat karsinogenik. Asap rokok juga seperti kita ketahui sendiri, sangat berbahaya bagi perokok pasif.Beberapa penelitian menyebutkan terdapat zat karsinogen yang dihasilkan dalam uap Personal Vaporizer, membuat kebanyakan media mengambil kesimpulan prematur yang menyatakan bahwa Personal Vaporizer 10 kali lipat lebih berbahaya daripada rokok elektrik. Namun bagi kalian yang mau melihat bagaimana pemberitaan tersebut dibuktikan salah, dengan cara dipecah menjadi sebuah pemahaman yang lebih menyeluruh, didukung dengan fakta-fakta yang valid, silahkan klik disini.Penelitian independen yang dilakukan Public Health England, excecutive agent dari Departemen Kesehatan di United Kingdom menyatakan bahwa personal vaporizer lebih sekitar 95% lebih aman dari rokok konvensional. (detail lebih lanjut dari penelitian ini dapat dilihat disini)tar free campaignPersonal Vaporizer tidak mengandung Tar, dan zat-zat kimia berbahaya lainnya dalam rokok. Kandungan umum dalam e-liquid adalah Vegetable Glycerin (VG), Propylene Glycol (PG), dan Essence. Semua bahan yang digunakan dalam merk e-liquid ternama adalah food grade. Namun kalian harus berhati-hati saat memilih e-liquid, terutama yang merknya kurang ternama, karena bisa jadi menggunakan bahan-bahan berkualitas jelek, bukan food grade, bahkan telah dicampur dengan bahan lain yang kemungkinan besar dapat berbahaya. Jadi belilah e-liquid di toko yang terpercaya. Jangan tergiur dengan harga yang murah.Keberadaan nikotin dalam e-liquid sifatnya opsional, jadi kita dapat memilih e-liquid yang tidak mengandung nikotin. Namun bagi perokok aktif, disarankan memulai dari yang mengandung nikotin terkebih dahulu untuk mempermudah proses berhenti merokok. Belum pernah ada satupun penelitian yang menunjukan bahwa nikotin bersifat mematikan. Nikotin adalah zat adiktif yang terkadung dalam rokok, yang membuat seolah-olah kita membutuhkan sebatang rokok, padahal candu kita yang sebenarnya adalah nikotin. Jadi kandungan nikotin dalam Personal Vaporizer akan membantu kita mengontrol tingkat kecanduan kita terhadap nikotin, sehingga suatu saat kita bisa perlahan-lahan melepaskan diri dari kecanduan tersebut dengan menurunkan kadar nikotin dalam liquid yang digunakan.smoking vs vapingBerbeda dengan rokok, sistem Personal Vaporizer tidak melibatkan pembakaran (combustion) sehingga tidak mengeluarkan asap, namun mengeluarkan uap. Berbeda dengan asap yang dihasilkan rokok konvensional, uap yang keluar dari Personal Vaporizer sifatnya aman, tidak akan membahayakan orang di sekitar. Personal Vaporizer juga tidak akan meninggalkan bau rokok di badan, pakaian, ataupun benda.

Bahaya dari Personal Vaporizer masih diteliti oleh banyak ilmuwan, namun mayoritas studi yang dilakukan menghasilkan kesimpulan sementara bahwa Personal Vaporizer mengandung sedikit sekali bahaya, jauh dibawah rokok konvensional, dalam kadar yang tidak mematikan. Berbagai macam studi juga belum ada yang menemukan efek berbahaya nyata dari uap Personal Vaporizer bagi orang di sekitar. Namun klaim-klaim tersebut masih banyak diperdebatkan karena belum ada studi mendalam yang dilakukan untuk meneliti dampak jangka panjang dari PV. Mengambil contoh di negara tetangga, Singapura melarang total penggunaan Personal Vaporizer di negaranya, sedangkan di Malaysia Personal Vaporizer banyak digunakan. Inggris menjadi negara yang sangat mendukung gerakan Personal Vaporizer. Jadi, be a smart buyer dan carilah informasi dulu sendiri sebelum membeli. (Perlu diingat juga adanya benturan kepentingan-kepentingan tertentu yang mempengaruhi pemberitaan tentang efek dari Personal Vaporizer. Saya sarankan carilah informasi dari beberapa sumber berbeda yang dapat dipercaya)Personal Vaporizer adalah sebuah solusi hemat untuk berhenti merokok, dibandingkan dengan metode medis lainnya. Banyak sekali konsumen kami yang berhenti merokok dikarenakan menggunakan alat dan liquid yang paling murah sekalipun. Para pengguna Personal Vaporizer hanya merasakan efek baik dari berhenti merokok, dan tidak merasakan efek negatif apapun selama menggunakannya.





























Komentar